Sejarah dan Perkembangan

 

Program Studi Ilmu Sosiatri (Pembangunan Masyarakat) STPMD “APMD” lahir pada tanggal 9 Januari 1987 berdasar Surat Keputusan Ketua Yayasan Pendidikan “Tujuh Belas“ Nomor : 17/YP-17/1987, tanggal : 9 Januari 1987. SK tersebut merupakan jawaban atas perubahan, tuntutan-kebutuhan masyarakat. Dalam perkembangannya, Program Studi Ilmu Sosiatri (Pembangunan Masyarakat) memperoleh Status Terdaftar berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0151/ 0 /1989 tanggal : 16 Maret 1989. Kemudian, berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 433/DIKTI/Kep/1996 tanggal : 19 Agustus 1996 Ilmu Sosiatri (Pembangunan Masyarakat) memperoleh Status Diakui. Kemudian berdasarkan hasil penilaian dari BAN PT, Ilmu Sosiatri (Pembangunan Masyarakat) memperoleh Status Terakreditasi berdasarkan Surat Keputusan BAN PT Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 002/BAN – PT/Ak – II/XII/1998, tanggal : 22 Desember 1998. Pada bulan Juni 2002 mendapat SK BAN-PT Depdiknas RI Nomor : 010/BAN-PT/Ak-V/S1/VI/2002 untuk status Akreditasi-B.

Ilmu Sosiatri (Pembangunan Masyarakat) yang lahir dan berkembang di bumi Indonesia, mencoba mengkaji, mengukur, mendiagnosis, memetakan permasalahan sosial, potensi-potensi modal sosial dan memberikan alternatif solusi-treatment dalam berbagai aspek Pembangunan Masyarakat. Ilmu Sosiatri (Pembangunan Masyarakat) ke depan mesti mengawal reformasi dengan membangkitkan kembali modal sosial, baik berupa institusi lokal, kepemimpinan lokal, tradisi, norma, local wisdom and knowledge dan lainnya sebagai penganyam dan basis eksistensi sosial-budaya-ekonomi-politik secara integratif. Dengan kata lain, diperlukan revitalisasi kelompok basis sebagai media pemberdayaan masyarakat. Di samping itu, diperlukan pula usaha membangun jaringan untuk meningkatkan akses masyarakat dalam pelayanan publik dan upaya pengembangan kesadaran-pencerahan masyarakat. Hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya melebarkan ruang publik bagi masyarakat (kota dan terutama desa), mengembangkan jejaring antara masyarakat desa (khususnya) dengan pemerintah dan masyarakat bisnis serta melahirkan kader-kader pembangun desa, melalui total transformation education, dan berbagai teknik lainnya. Salah satu tujuannya peningkatan partisipasi masyarakat dan terciptanya kepadanan dan keterpaduan gerak-langkah ketiga elemen pembangunan (perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat), terbangunnya jejaring kemitraan mutualistik demi terwujudnya keberdayaan masyarakat (empowering civil society).